Politik

Dedi Mulyadi Menanggapi Soal Pilgub Jabar

Today.id – Bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Golongan Karya (Golkar), Dedi Mulyadi mengatakan komunikasi merupakan bagian perjalanan yang tidak dapat dipisahkan dari dunia politik yang pada akhirnya dapat menemukan kesamaan visi misi. “Ya politik itu kan bersahabat, dengan siapapun nanti kita bersahabat, tinggal bagaimana cowoknya bagaimana strateginya ya nanti kita lihat dalam perjalanannya,” kata Dedi saat diwawancara usai menghadiri acara curah gagasan yang digagas oleh PDIP di Hotel Horison Bandung, Rabu (25/10/2017).

Dedi menuturkan, yang paling intens berkomunikasi dengan Golkar saat ini adalah partai PDIP dan Hanura juga dengan partai-partai lain seperti Demokrat dan Gerindra. “Yang paling intens kan dengan PDIP, setelah itu kan kita dengan Hanura dan kita juga mulai berkomunikasi dengan partai-partai yang lainnya. Dengan Demokrat, PKS, Geindra,” ujarnya.

Selain itu dengan PDIP, Dedi menjelaskan hal tersebut merupakan suatu kerjasama yang sudah diwujudkan dan merupakan fakta bahwa memang Golkar dan PDIP merupakan satu paket. “Iya kan bukan ingin bergabung dari sisi institusi kepartaian. Memang partai Golkar Jawa Barat membangun kerjasama, dan kerjasama itu kan sudah diwujudkan dengan diputuskannya Bupati/Wali Kota menjadi satu paket. Jadi bukan isu namanya, itu kan fakta,” jelas Dedi.

Sementara itu disinggung soal kedatangannya dalam acara curah gagasan yang digelar PDIP ia mengaku hal tersebut untuk menghormati undangan partai berlambang banteng moncong putih tersebut sekaligus untuk menyampaikan gagasan untuk Jawa Barat. “Ini kan undangan kehormatan dari PDIP terhadap tokoh yang memiliki visi dan semangat untuk membangun Jawa Barat, sehingga posisi strategis di sini tentunya akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk menyampaikan gagasan tentang apa yang akan dilakukan pada kepemimpinan Gubernur Jawa Barat ke depan,” terangnya.

Menurut Dedi berdemokrasi adalah bagaimana para calon saling beradu gagasan, beradu visi dan misi sehingga tercipta demokrasi yang sehat dan cerdas. “Gagasan adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat dan cerdas karena sesungguhnya berdemokrasi itu adalah beradu gagasan, beradu visi. Visinya adalah visi kesejahteraan, bukan visi yang lain,” pungkasnya. (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top