Kemnaker Berharap Lembaga Sertifikasi Profesi Sediakan Pekerjaan Layak

Today.id | Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi penyerahan lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kaigo License Center (KLC) OSS, sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) lembaga pelatihan kerja PT OS Selnajaya Indonesia (OSS).

Penyerahan lisensi kompetensi kerja tersebut adalah wujud kesadaran akan pentingnya pengakuan kualitas pekerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan pengakuan kualitas SDM ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang fokus pada pengembangan SDM.

Editors’ picks

    “Keberadaan LSP diharapkan bisa menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah bersama swasta dalam menyediakan pekerjaan yang layak (decent work) bagi warga negaranya,” kata Dirjen Bambang Satrio seperti yang dikutip dari detik.com di jakarta, Selasa (9/7/2019).

    Bambang Satrio menambahkan diakuinya kompetensi seseorang dalam skema sertifikasi kompetensi tercermin dari tiga dimensi dasar, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku, diharapkan dapat menghadirkan manfaat strategis berupa meningkatnya daya saing bangsa (national competitiveness).

    “Hadirnya LSP ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sertifikasi kompetensi, khususnya untuk caregiver yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang, sehingga kontribusi OSS semakin besar terhadap permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia,” katanya.

    Ketua Dewan Pengarah LSP KLC OSS, Abdul Wahab Bangkona berharap dikeluarkannya lisensi LSP KLC OSS, dapat menjembatani pertukaran informasi dan harmonisasi sertifikasi kompetensi di Indonesia dan Jepang.

    “Mengingat fungsi dan peran penting tersebut, kami harapkan kerja sama dan dukungan terus menerus dari berbagai pihak agar LSP KLC OSS dapat berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.

    Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, yang diwakili oleh Kazushige Ashida mengatakan saat ini Jepang menghadapi permasalahan serius mengenai penuaan penduduk dan berkurangnya anak-anak. Karena itu, kata Ashuda, semua industri perhatian utamanya tertuju pada tenaga caregiver. Di sisi lain, Indonesia mempunyai bonus demografi.

    “Perlu diantisipasi dalam beberapa puluh tahun ke depan, bagaimana jika Indonesia juga menghadapi masalah penuaan penduduk yang sama seperti Jepang saat ini,” ujarnya.

    Jepang melalui program EPA telah melakukan penerimaan pekerja caregiver dari Indonesia, yang hingga tahun 2017 telah diterima sekitar 1500 orang. Sejak November 2017, telah diberlakukan juga sistem pemagangan teknik untuk bidang Kaigo (caregiver) ini. (RED)

    Sumber: detik.com

    Topic:

    Just For You