Masuk Zona Kritis Tanpa Ijin, PT. Pemuda Pembela Bangsa Ditutup

Today.ID | Purwakarta – Bareskrim Polri temukan pelanggaran tindak pidana yang bergerak dibidang produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Diketahui, PT. Pemuda Pembela Bangsa memproduksi AMDK dengan merek dagang Vivari, Pihak Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) menemukan air kemasan itu mengambil dari area yang termasuk zona kritis.

 

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Kombes Pol. Parlindungan Silitonga menyebut sumber mata air yang digunakan berada di Purwakarta.

“Sumber air diambil di wilayah Daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang berlokasi di Kampung Nenggeng, Desa Neglasari, Darangdan, Purwakarta,”

Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya tidak memiliki ijin dari pemerintah untuk pengelolaan air kemasan dari sumber air tersebut. kata Parlindungan melalui pesan singkat, Kamis (7/3/2019).

 

Parlindungan menyebutkan, bahwa perusahaan itu telah melanggar pasal 15 ayat 1 huruf B, Undang-Undang Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan.

“PT. Pemuda Pembela Bangsa Diduga telah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan pengusahaan air dan atau sumber air tanpa ijin dari pemerintah.”

 

Salah satu produksi air mineral pt. ppb yang disita aparat (foto: red/dl/*)

Dia mengatakan pula bahwa produk AMDK dengan merek dagang Vivari itu tidak dijual bebas ke masyarakat, Melainkan diperjualbelikan secara khusus kepada para pelanggan di sebuah rumah terapi Klinik Hanara yang berada di Bandung.

 

Dimana diketahui, tempat terapi itu dimiliki oleh satu orang yang sama dengan pemilik perusahaan yang memproduksi air mineral tersebut.

“Yang mana klinik tersebut juga merupakan milik Hanson Barki. Air minum itu juga milik orang yang sama,” ujarnya.

Dengan adanya kasus itu, pabrik berserta gudang penyimpanan air minum merek Vivari disita dan diberi garis polisi untuk penyidikan lebih lanjut. (dl/*)

Topic:

Just For You