News

Pilgub Jabar 2018, Golkar Dukung Ridwan Kamil

Today.id – Dengan bergabungnya Golkar yang memiliki 17 kursi di DPRD Jabar, kini Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil diusung empat partai politik dengan kekuatan 38 kursi DPRD Jabar. Sebelumnya, Nasdem (5 kursi), PKB (7 kursi) dan PPP (9 kursi) telah memberi tiket, syarat minimal 20 % kursi DPRD pada Kang Emil. Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan, partainya memutuskan mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub Jabar. Keputusan itu diambil menurut Idrus karena sampai saat ini elektabilitas wali kota Bandung ini masih tertinggi diantara para bakal calon gubernur Jabar lainnya.

Ridwan Kamil (Emil) mengaku bersyukur atas dukungan dari Partai Golkar dalam pencalonannya sebagai Gubernur Jabar 2018. Namun saat ini Surat Keputusan (SK) dukungan dari partai berlambang pohon beringin itu belum juga diterimanya. “Alhamdulillah satu tahap telah terlewati dan tiket yang saya perlukan untuk maju dalam Pilgub Jabar sudah terpenuhi. Saya bersyukur atas semua dukungan dan kepercayaan kepada saya,” kata Emil, Jumat malam (27/10/2017).

Dengan bergabungnya Golkar yang memiliki 17 kursi di DPRD Jabar, kini Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil diusung empat partai politik dengan kekuatan 38 kursi DPRD Jabar. Sebelumnya, Nasdem (5 kursi), PKB (7 kursi) dan PPP (9 kursi) telah memberi tiket, syarat minimal 20 % kursi DPRD pada Kang Emil.

Idrus Marham memastikan pihaknya segera menyerahkan SK dukungan pada Ridwan Kamil, dan saat ini masih memilih waktu yang tepat. Idrus juga mengatakan, partainya menyodorkan Daniel Muttaqien Syaifuddin, tokoh muda Golkar asal Indramayu yang menjadi anggota parlemen di Senayan sebagai calon wakil gubernur.

“Hasil survei selaras dengan keinginan yang ada, kami ingin menangkan pertarungan politik pada Pilkada 2018. Karena itu, maka hasil survei menjadi pertimbangan utama,” kata Idrus di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, di Jakarta, Jumat siang (27/10/2017).(red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top