Politic

Wapres Jusuf Kalla Tegaskan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

Today.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan mengantisipasi perubahan iklim di dunia saat ini.

Hal diucapkan JK saat pidato intervensi sesi II di KTT G20 di Costa Salguero Center, Buenos Aires, Argentina.

Menurut JK diperlukan fokus utama konsensus atau kesamaan pandangan antara pemimpin negara-negara G20 terkait isu tersebut.

“Pembangunan berkelanjutan dan perubaha iklim merupkan dua isu global yang memiliki keterkaitan erat dan perlu diatasi bersama-sama,” ujarnya di depan rapat pleno KTT G20, Sabtu (1/12/2018) waktu setempat.

Rapat pleno sesi II berlangsung pada pukul 10.00-10.45 waktu setempat. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup atau tidak bisa diliput oleh media massa.

Seperti pemimpin negara lainnya, JK diberi kesempatan sekitar 5 menit untuk menyampaikan pidato intervensi dalam menyikapi isu yang berkembang di dunia.

JK memberi contoh bahwa deforestasi telah merusak hutan Indonesia seluas lebih dari 50 juta hektar pada masa lalu. Oleh karena itu, Indonesia merasa prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade yang masih jauh dari harapan. Padahal, hal tersebut dapat secara efektif memberikan insentif bagi reforestasi konservasi hutan.

JK menegaskan bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang propembangunan berkelanjutan.

Sebuah laporan bertajuk Review Sukarela Nasional pertama di tahun 2017 telah membahas upaya Indonesia dalam agenda-agena SDGs.

“Review tersebut telah mengangkat keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perekonomian untuk menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan,” kata Wapres JK.

JK mengungkapkan bahwa dalam kaitan dua isu utama di atas, Indonesia bangga karena pada titik ini bisa mengangkat sebuah produk finansial bernama Green Sukuk Indonesia. Sukuk atau surat utang negara tersebut adalah obligasi syariah pertama di dunia.

Upaya ini dipandang sebagai upaya inovatif untuk mendorong pembangunan yang ‘hijau’, berkelanjutan dan dapat melibatkan berbagai pihak misalnya swasta dan pemerintah.

“Inovasi [Greeen Sukuk] ini bertujuan untuk mengangkat pendanaan swasta untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan perekonomian Indonesia di jalur menuju pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim,” paparnya.

Leader’s Meeting G20 digelar mulai 30 November hingga 1 Desember waktu Buenos Aires. Ada 19 kepala negara serta perwakilan Uni Eropa yang akan hadir di event tahunan tersebut.

Beberapa kepala negara yang sudah mendarat di Buenos Aires, a.l. Presiden AS Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, Presiden Prancis Emannuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang memimpin delegasi Indonesia.

Pertemuan G20 membahas berbagai isu global, di antaranya ekonomi dan keuangan global, infrastruktur, investasi, energi, pembangunan, perdagangan, ketenagakerjaan, perubahan iklim, digitalisasi dan antikorupsi, kesehatan, kemitraan dengan Afrika, kesetaraan gender, pengungsi, dan terorisme.

Aktivitas para pemimpin dunia akan dimulai pada Jumat (30/11) pagi dengan menghadiri Leaders’s Retreat di Costa Salguero Centre.

Tema pertemuan G20 kali ini adalah Building Consensus for Fair and Sustainable Development. Ada 3 prioritas, antara lain meningkatkan inklusivitas, mobilisasi investasi swasta, dan pengembangan pangan untuk masa depan. (Red)

Today.ID merupakan sebuah portal berita online yang menyuguhkan informasi ekonomi, bisnis, dan politik terkini.

Copyright © 2018 Today.id - PT Jabar Media Net(work)

To Top