Menilik Bagaimana Nasib Pembangunan Ibukota Baru Ditengah Pandemi

Sejauh ini yang sudah dijalankan adalah pekerjaan master plan alias kerangka dari rancangan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur

Chief Editor
Kamis, 25 Juni 2020
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa. (Foto: Net)

Today.id | BANDUNG - Pemerintah tengah merencanakan memindah Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rencana pemindahan tersebut ibu kota tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Namun dikarenakan adanya pandemi virus corona atau Covid-19, pembangunan akan ditunda dan tidak dilakukan tahun ini. Kabar tersebut datang dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

"Sejauh ini yang sudah dijalankan adalah pekerjaan master plan alias kerangka dari rancangan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim)," ujar Suharso usai mendapatkan pertanyaan soal proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di tengah pandemi COVID-19 oleh Komisi XI DPR RI.

"Jadi IKN ini kita hari ini hanya kira-kira menggunakan, hanya meneruskan pekerjaan master plan. Apakah ini akan dilanjutkan? Kita sedang menimbang-nimbang untuk melanjutkan," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Proyek IKN ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect yang luas. Mulai dari pemenuhan hingga pengiriman bahan baku ke lokasi proyek IKN akan memutar perekonomian.

"Kalau memang nanti perhitungannya itu benar mempunyai efek yang luar biasa multiplier-nya ke ekonomi Indonesia, kenapa tidak? karena hari ini di dunia tidak ada sebuah proyek ya, hari ini lho di dunia sebuah proyek yang menjadi daerah tujuan investasi besar-besaran. Nggak ada, sehingga kita berharap dengan kacamata itu orang akan hadir gitu. Apakah itu sebuah business opportunity? saya kira iya," ujarnya.

Suharso pun menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru tak menghabiskan banyak anggaran yang bersumber dari APBN.

Lalu bagaimana soal anggaran pembangunannya? Pemerintah saat ini belum mengucurkan anggaran untuk proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sementara sekarang pemerintah sedang menghadapi pandemi COVID-19. APBN pun dikerahkan untuk penanganan dan pemulihan negara akibat merebaknya virus Corona. Dengan kondisi tersebut, apakah pemerintah akan tetap menganggarkan biaya pembangunan ibu kota baru pada tahun depan?

"Mengenai ibu kota negara baru, kita nanti akan lihat di dalam Nota Keuangan 2021 saja lah ya. Sekarang ini kan kami sedang membuat, seperti saya sampaikan fokus dari Presiden (Jokowi) dan pemerintah sekarang adalah mengatasi COVID," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, Selasa (16/6/2020).

Kembali ke anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan ibu kota baru tahun depan, akan dipertimbangkan dengan melihat faktor-faktor tertentu. Apapun keputusan yang diambil pemerintah terkait APBN 2021, termasuk program pembangunan IKN, akan dijawab oleh Presiden saat menyampaikan RAPBN 2021 di DPR nanti.

"Kalau IKN itu bisa memulihkan ekonomi ya pasti masuk, itu kan masuk nanti di dalam program. Tapi kalau dia adalah berdasarkan affordability, yaitu tingkat kemampuan kita untuk bisa membiayai, tingkat kita, kondisi kita dari sisi beban karena COVID ini, ini semuanya harus masuk di dalam perhitungan kita yang nanti oleh Bapak Presiden akan disampaikan pada saat beliau menyampaikan RAPBN 2021 di DPR," tambahnya.

Sri Mulyani mengatakan saat ini fokus presiden dan pemerintah adalah mengatasi Covid-19, serta memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mengatakan, bahwa hingga akhir tahun 2020 ini saja perekonomian Tanah Air masih perlu terus dijaga agar tidak merosot. (Red)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR