Stres Karena Work from Home, Lakukan Hal ini

Rian Nugraha
Rabu, 1 April 2020
Today.id | Bandung - Semakin merebaknya penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini yang melanda dunia khusunya Indonesia, mendorong beberapa bidang tidak terkecuali Pendidikan untuk melaksakana Work From Home (WHF) sesuai dengan anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus ini. Tentu, pelaksanaan WFH ini menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang. Seperti yang diutarakan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba), Titik Respati bahwa WFH merupakan tantangan yang luar biasa. Pasalnya, akan memakan waktu bekerja atau belajar yang sangat panjang. "Pada awalnya terasa beban dan waktu kerjanya menjadi sangat banyak dan sangat panjang. Mengingat waktu WFH tampaknya akan lebih panjang maka perlu beberapa upaya untuk memastikan bahwa semua dapat bekerja secara produktif," kata Titik di Bandung, Rabu (1/4/2020). Oleh karena itu, Titik memberikan tips bagaimana agar tetap sehat secara mental dan emosional walaupun harus bekerja dirumah dalam jangka waktu yang cukup panjang, seperti; menetukan ruang kerja dengan memisahkan pekerjaan dari rumah, atur jam reguler dan patuhi jadwal, beri waktu untuk beristirahat, tetapkan batasan untuk orang-orang disekitar, tetap menjaga kesehatan (berat badan), berhubungan dengan orang lain dibutuhkan lebih dari sebelumnya untuk tetap bahagia, sehat, produktif, dan waras, serta selalu bersyukur. Dari banyak tips yang telah disampaikannya tersebut, dia berpandangan bahwa setiap orang mempunyai preference sendiri. Untuk itu dia menyarankan untuk memilih 2 atau 3 aktifitas yang paling tepat dan mencoba untuk melakukannya dirumah secara disiplin. "Insya Allah kita semua tetap bisa produktif dan menghasilkan karya yang bermanfaat selama bekerja dirumah," paparnya. Hal senada juga dikatakan Dekan Fakultas Psikologi Unisba, Dewi Sartika yang mengungkapkan, tips yang pertama harus dilakukan adalah selalu bersyukur dengan kondisi WFH ini. "Hikmah yang terbesar dari kondisi ini adalah bisa kumpul bersama keluarga dan anak-anak. Mendengar dan melihat celoteh anak yang sehat, lincah, dan ingin bermain bersama itu adalah tanda/ciri anak sehat dan bahagia. Alhamdulillah," ungkap Dewi. Kondisi seperti ini, menurutnya, tidak akan pernah diperoleh selama bekerja rutin dikantor karena hal lainnya yang patut disyukuri adalah dapat lebih mengenal karakter anak baik kekuatan maupun kelemahannya sehingga dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh anak. Dewi menjelaskan, bahwa perlunya pemahaman kondisi saat ini yang berbeda antara orang tua yang melakukan WFH sementara anak  belajar dirumah. "Maka ubahlah pikiran kita bahwa saat ini rumah adalah tempat berkumpul, tempat bermain, tetapi juga tempat belajar dan bekerja. Oleh karenanya nikmati suasana ini. Buat komitmen dengan anak untuk jam menemani anak belajar dan waktu untuk bekerja, serta hormatilah komitmen yang telah dibuat," jelasnya. Selain itu, berilah tantangan pada anak untuk tugas-tugas yang bisa mereka kerjakan sendiri tapi mengasikan agar anak punya waktu sendiri dan memperoleh kepercayaan untuk bisa mengahasilkan suatu karya. "Kasih waktu tertentu (pada saat ini orang tua bisa bekerja) dan setelah itu mereka suruh ceritakan kembali atau mendemokan hasil karyanya," ucapnya. Dewi berharap, agar orang tua dalam menghadapi kondisi seperti ini untuk turut mengubah mindset nya bahwa kesempatan ini merupajan hal terbaik yang harus dihadapi. "Nikmati dan jadikan semua kehebohan di rumah sebagai sesuatu yg membahagiakan dan membuat semua Bahagia," tutupnya. (RED)

BAGIKAN

BERI KOMENTAR