Kemnaker Minta Imigrasi Deportasi 49 TKA Ilegal Asal China

Today.id | Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI menyebut 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal China harus dipulangkan atau (Deportasi) karena tidak memiliki ijin.

Sebelumnya, TKA tersebut masuk Indonesia hanya dengan menggunakan visa kunjungan B211 yang berlaku 60 hari. Visa kunjungan ini diterbitkan pada 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan bekerja. Ke-49 TKA China ini berasal dari Provinsi Henan, Hebei, Jiangsu, Shaanxi, Jilin dan Anhui. Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja RI, Indah Sari, mengatakan, sebanyak 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tersebut tidak memiliki ijin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker RI. "49 warga negara China yang ada di situ tidak memiliki ijin kerja dari Dir PTKA Kemnaker. Mereka hanya mengantongi visa kunjunga," kata Indah seperti dikutip dari laman viva.co.id, Rabu (18/3/2020). "Keberadaan warga negara asing di lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi aturan. Karena itu, mereka semua diperintahkan meninggal lokasi perusahaan," sambungnya. Selain keluar dari lingkungan kerja, para TKA juga harus dikarantina dan harus ada penindakan sesuai aturan hukum akan dilakukan terhadap Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe. "Sementara perusahaan yang mempekerjakan akan disidik dengan ancaman pidana sesuai bunyi di UU 13 Pasal 42 dan 43," jelasnya. Sementara untuk tindakan deportasi, Indah menjelaskan, bahwa kewenangan tersebut sepenuhnya ada Imigrasi. Terkait pemulangan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan Imigrasi. "Pemeriksaan di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) telah dilakukan dan ditemukan fakta-fakta yang dia sebut tadi," tutupnya. (RED)