Amien Rais Tersingkir Dari PAN

Amien Rais. (Foto: Net)

Amien Rais. (Foto: Net)

Today.id | Jakarta - Pendiri PAN, Amien Rais, kini tak lagi masuk dalam kepengurusan DPP PAN Periode 2020-2025. Pada periode sebelumnya, dia menjabat Ketua Dewan Kehormatan, yang kini diisi oleh Sutrisno Bachir. Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas, yang juga loyalis Amien Rais mengatakan, pembentukan PAN reformasi akan terus berlanjut, meski kepengurusan DPP di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan sudah dibentuk. Asri menyebut sudah menemui Amien Rais di kediamannya di Yogyakarta bersama sejumlah pengurus daerah PAN yang ingin membentuk kekuatan baru. "Kami minggu lalu 15 DPD dan DPW itu menghadap Pak Amien di Yogyakarta. Dan mengenai wacana, bukan lagi wacana PAN Reformasi, kami diminta untuk mempersiapkan. Tapi sementara saat ini kami masih konsolidasi," kata Asri dilansir dari laman Kumparan.com, Kamis (26/3/2020). Dia enggan merinci siapa saja DPW dan DPD yang terlibat dalam pertemuan itu, namun dia memastikan ada banyak pengurus daerah yang satu pemahaman membentuk PAN Reformasi. "Kita sebenarnya ada banyak. Sekarang di data kami ada sekitar 148 DPD dan DPW. Hanya yang kemarin delegasi saja yang ke Yogya. Delegasi yang disepakati oleh teman-teman," katanya. Asri mengungkapkan, pihaknya sudah meyakinkan Amien Rais bahwa PAN Reformasi paling lambat akhir tahun 2020 ini sudah bisa dibentuk. "Kita mengajak bukan lagi hanya orang-orang PAN yang tidak sepakat dengan konsep ideologi partai yang dijalankan sekarang. Tetapi tokoh-tokoh daerah, tokoh reformasi, tokoh-tokoh Muhammadiyah daerah juga banyak yang menyatakan mau bergabung," ungkapnya. Mantan Anggota DPD RI itu menjelaskan, alasan dibentuknya PAN Reformasi, karena partai saat ini PAN yang didirikan Amien sudah jauh berjalan di luar cita-cita awal dibentuknya. "Misalnya partai ini, pendapatnya Pak Amien yang aku tangkap, pertama adalah partai ini harusnya punya sikap nyata terhadap beberapa agenda-agenda reformasi yang tidak berjalan, dan menurut Pak Amien partai ini terlalu gampang digiring ke kekuasaan," ujarnya. "Karena kan ide besar PAN ini dibentuk kan adalah reformasi. Dan menurut Pak Amien ini sudah jauh melenceng dari agenda-agenda yang harusnya diperjuangkan. Sehingga dari diskusi kita dengan Pak Amien, jangan keluar dari semangat awal berdirinya PAN," tambahnya lagi. Lebih lanjut, Asri menyebut pembentukan PAN Reformasi seperti halnya PDI, yang akhirnya berubah menjadi PDI Perjuangan. Tujuannya sama, menjaga garis perjuangan ideologi yang sudah disepakati bersama. "Makanya ada disebut PAN Reformasi kan. Gitu. Sama ketika PDI berdiri, Bu Mega Berjuang, agar ini kembali ke perjuangan partai wong cilik kan dengan sebuah ideologi besar. Seperti itulah kira-kira. Makanya teman teman mengusulkan jangan berubah nama, tetap saja PAN Reformasi," kata Asri. Kepengurusan DPP PAN yang baru diumumkan pada Rabu (25/3). Sekjen kembali dijabat oleh Eddy Soeparno. Nama-nama lama masih mayoritas mengisi struktur kepengurusan PAN. Kongres PAN memang berlangsung ricuh, walau akhirnya Zulkifli Hasan dinyatakan menang atas Mulfachri Harahap, saat itu Zulhas memperoleh suara 331 sementara Mulfachri mendapat 225 suara. (Red)