PEMBANGUNAN TUGU PRASASTI MEMBERI PENYEGARAN BAGI GENERASI MUDA JAWORE

Today.id-Rapat kerja PAM IV Klasis Wondama  yang dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2020 di jemaat Zaitun Jawore  diakhiri dengan pembangunan tugu prasasti sebagai Rasa Syukur Anggota Muda Klasis Wondama atas pelaksanaan Rapat kerja ini boleh berjalan dengan sukses walaupun pelaksanaan Rapat Kerja ini dilaksanakan di Jemaat Zaitun Jawote yang jauh dari kota, bahkan berada di tengah hutan karena Pokja PAM Klasis Wondama dan Tim kerja persiapan Raker harus naik turun, bolak balik untuk mempersiapkan segalanya dengan susah payah demi suksesnya kegiatan ini.

Pembangunan tugu parasasti ini untuk membangun sebuah peradaban baru di tengah perkejaan pelayanan di Klasis Wondama, Raker ini adalah Raker PAM ke 4 tetapi ini juga Raker pertam di pedalaman sehingga pembangunan ini menjadi bukti sejarah baru bagi Raker ini di tengah jemaat Zaitun Jawore agar dikenang.

Mengutip dari wawancara singkat dengan Ketua Kelompok kerja pemuda Klasis Wondama Albert. N Marani "Raker ini merupakan Raker pertama di pedalaman, ini mungkin merupakan Raker terakhir di masa kepemimpinan kami Pokja yang sekarang, sehingga kami bangun tugu prasasti ini agar bisa dikenang dan bersamaan dengan  tahun ini 2020 adalah seratus Tahun Injil masuk ke orang Miere di sini jadi ini juga merupakan awalan supaya kedepan mungkin ada pembangunan tugu peringatan masuknya Injil yang lebih besar, dan semua peserta yang hadir, Pokja PAM, Tim Kerja, BPK, BPPG semua akan kami tulis namanya dengan tinta emas dan pasang di sini supaya orang datang itu bisa lihat, dan akan menjadi kenangan cerita bagi anak, cucu".

Pembangunan Tugu prasasti diawali dengan peletakan batu pertama pada tgl 1 Oktober 2020 oleh Badan Pekerja Klasis Wondama dalam yang diwakili oleh  bapak Pdt. Antipas Paririe, S.Si, kemudian disusul oleh Grj. Gustaf Torembi, Bapak Herman Mandowen selaku Ketua BPPG Klasis Wondama dan diakhiri dengan peletakan batu terakhir oleh kepala kampung Jawore Sefnat Kawieta sekaligus mewakili seluruh masyarakat adat di kampungnya.

Ketua Klasis Ganti ketua Klasis dari Tahun ke tahun baru kali ini pemuda dong datang kesini untuk bikin Rapat Kerja, kata Guru Jemaat Isak Samuel Torey yang bertugas di Jemaat Zaitun Jawore sejak THN 2006, lanjut beliau kegiatan ini membuat mereka semangat dan membawa penyegaran bagi mereka anak anak muda suku miere. Lanjut Torey Tugu Prasasti ini akan jadi bukti untuk memberikan motifasi dan semangat kepada generasi muda suku miere supaya dong mau semangat untuk bekerja di pekerjaan Tuhan.

Demikian juga disampaikan oleh  kepala  kampung Jawore Sefnat Kawieta orang asli suku miere mengatakan
"Saya senang karena selama ini dari moyang dorang sampe sekarang kitong tidak Tao Rapat Kerja/RAKER, sidang, tu apa, jadi saya senang dan semangat karena ini baru pertama, mungkin Tuhan jawab tong pu pergumulan selama ini, tapi saya sedih karena sa pu masyarakat anggota jemaat tidak semua datang, tapi sa senang karena kam su datang bikin kegiatan di sini, pungkas kepala kampung ke dua bagi kampung jawore tersebut.

Semoga tahun yang akan datang ada kegiatan besar beni lagi supaya kami juga bisa tahu, ikuti, dan belajar. (Echieletus Sawaki / Kontributor Telukwondama)