Aliansi BEM Purwakarta Menolak Undangan Deklarasi Damai Bupati Purwakarta

Purwakarta – Kamis (22/10) Bupati Purwakarta menggelar Deklarasi Damai terkait penolakan aksi anarkis, kebencian, dan berita hoax di Bale Maya Datar Pendopo Purwakarta.Sejumlah elemen masyarakat di undang dalam acara deklarasi ini,salah satunya undangan tersampaikan kepada Aliansi BEM Purwakarta pada Rabu (21/10). Menanggapi undangan ini,Aliansi BEM Purwakarta menyatakan sikap menolak undangan dan tidak akan menghadiri acara deklarasi tersebut dengan beberapa alasan. "Dari hasil diskusi bersama kawan-kawan Aliansi BEM Purwakarta tadi malam, Kami sangat menyayangkan terhadap keprofesionalan Bupati Purwakarta, karena dari administrasi surat-menyurat pun terkesan sangat tergesa-gesa, diterbitkan dan dikirimkan suratnya itu H-1 sebelum Acara digelar," pungkas Rizki Rizaldi selaku Koordinator Aliansi BEM Purwakarta. Aliansi BEM Purwakarta menerbitkan dan mengirimkan surat balasan resmi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dengan isi yang menyatakan beberapa sikap,diantaranya : 1. Memutuskan tidak akan menghadiri acara tersebut dengan alasan Surat undangan terkesan dadakan, diterbitkan dan dikirim H-1 sebelum acara serta Isi surat yang terkesan tidak sesuai realita ( Anarkis, kebencian,hoax) 2. Aliansi BEM Purwakarta tetap dengan tegas menolak Omnibus Law dan tidak akan tinggal diam sebelum UU Omnibus Law dicabut 3. Aliansi BEM Purwakarta menuntut Bupati Purwakarta untuk memberikan sikap secara tegas kepada pemerintah pusat untuk mencabut UU Omnibus Law "Langkah Kami kedepannya masih tetap sama, tidak akan tinggal diam apabila UU OmnibusLaw ini belum dicabut oleh Pemerintah Pusat, Kami akan terus melakukan pergerakan, tentunya tidak akan melakukan Aksi Anarkis dan lain sebagainya seperti yang dikatakan dalam Surat. Harapan Kami Bupati Purwakarta langsung secara tegas menyatakan sikapnya untuk ikut serta menolak dan mencabut UU OmnibusLaw ini," pungkas Aliansi BEM Purwakarta. (Zen)